Menganga




Sehari dikala hidupku dahulu

Ketika kau tepat dihadapku

Kau pandang mataku

Kau curi kagumku


Tak pandaiku palingkan tatap mata sayumu

Pandangmu yang seakan merayu kalbuku

Namun, tak kusadari, itu bukanlah seperti hal yang ku angan-angani

Apa yang kau torehkan, nyatanya hanya goresan sunyi disini


Nampaknya, semakin hari luka yang kukira mengering nyatanya basah penuh guratan

Sepi yang kuanggap wajar, nampaknya semakin membesar tuan

Kian hari kian mencekat

Menganga dan terus mengikat


Tidak, bukan nampak seperti yang ada dalam bayangmu

Bayangmu terlalu semu untuk memahami kalbuku

Salah, pikirmu salah

Luka kecil ini semakin menganga diterpa masa


Lalu apa

Lalu bagaimana

Haruskah ku pura-pura menikmati hidup yang nampak menyedihkan ini

Haruskan ku pasang senyum dengan gigi tebuka lebar dengan hati yang menjerit


Luka yang ku anggap kecil dulu

Sekarang menggeregoti hingga ulu hati

Perih yang tak terlalu kuacuhkan

Hari ini bahkan tak mampu ku kendalikan


Terima kasih tuan

Untuk sepi yang tak kunjung berkesudahan

Kasihmu tak sempat kuterima tuan

Batin, selamat menikmati hari yang menyesakan 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menganga"

Posting Komentar

Aduan Kepada Tuhan

Dari mana datangnya mimpi Dari ingin yang dipupuk dengan asa Dari mana adanya juang Dari mimpi yang perlu direalisasikan Lintingan promblema...