Luka Lama


 Luka Lama

Tak kunjung pulih goresan ini

Tak kunjung pudar duka ini

Tak kunjung reda sakit ini

Tak kunjung sembuh luka ini

    Sukamu, tak sebanding dengan dukaku

    Kau memilih tertawa, disaat ku teramat berduka 

    Sekeji itu kau memainkan rasaku 

    Dulu, ya luka lamaku yang tak kunjung mereda

Kuhitung waktu yang terus bergulir

Detik, menit, hari, dan tahun tak ku lewati dengan khidmat

Berharap dukaku secepatnya tamat

Namun ternyata, luka itu semakin menganga, sakitnya pun kian mencekat

    Bosan sebenarnya ku mengeluh pada Tuhan

    Tiap hari ku menggerutu, mengapa dia ciptakan cinta jika harus ada luka

    Tiap detik ku mengoceh pada sang pencipta

    Cabut saja rasaku, kupikir mati rasa tak jadi mengapa

Detik ini, tepat tiga tahun lukaku bersemayam

Baru ku sadar, ternyata cinta tanpa luka kan terasa hambar

Detik ini ku tau, bahwa mengikhlaskan kan terasa lebih baik daripada mengharapkan

Terimakasih luka, kini ku tahu bahwa harga cinta tak bisa ku beli dengan kata

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Luka Lama "

Posting Komentar

Aduan Kepada Tuhan

Dari mana datangnya mimpi Dari ingin yang dipupuk dengan asa Dari mana adanya juang Dari mimpi yang perlu direalisasikan Lintingan promblema...