Belajar dari Kehilangan

Manusia dan seluruh makhluk di muka bumi ini akan bertemu dengan batasan yang bernama kehilangan dalam hal apapun itu.

Kehilangan juga menjadi kata yang sangat ditakuti oleh siapapun. Aku, kamu, kalian, dan semuanya  belum tentu siapa saat dihadapkan dengan kehilangan.

Namun, kita perlu mengimani bahwa segala hal yang ada saat ini termasuk nikmat yang dirasakan, sekejap atau perlahan dan sadar atau tidak sadar akan pergi dan hilang.

Dan kehilangan yang menjadikan diri larut adalah kehilangan yang disadari. Imbasnya, rasa kehilangan menyesaki hati dan pikiran, menjadikan diri larut dalam kesedihan.

Dan kehilangan juga bisa terjadi karena berbagai kejadian, sebagai contohnya adalah wafatnya orang tercinta dan hilangnya harta benda yang dibangga-banggakan.

Kehilangan Cinta Sejati

Semakin besar rasa cinta yang dimiliki terhadap orang terdekat, rasa kehilangan juga akan berbanding lurus.

Karena, kehilangan yang paling berat adalah kehilangan orang tercinta yang selalu ada menemani dan merangkul dalam berbagai kondisi.

Kehadirannya sungguh sangat berharga, tetapi kecintaan terhadapnya jangan sampai melebihi kecintaan kita kepada Allah SWT.

Namun demikian, kehilangan orang tercinta bukanlah akhir dari segalanya.  Wafanya berarti kembai kepada Sang Pemilik sesungguhnya.

Sebesar apapun rasa cinta kepadanya, jangan sampai melampai batas cinta kepada Allah SWT.

Rindu dan kehilangan

Tak bisa dipungkiri, rindu yang menyesaki hati menjadikan rasa kehilangan amat berat dan memilukan. Bayangan wajah dan suara indah selalu hadir dalam setiap langkah.

Rindu terhadapnya, jangan sampai melampaui kerinduan kita kepada Sang Pencipta yang kuasa atas segalanya.

Ekspresikanlah kerinduan dalam lantunan kata yang indah bernama doa, sebab pada akhirnya semua manusia akan merasakan maut.

Prasangka baik dan syukur

Kehilangan merupakan momen untuk menginsafi keberadaan nikmat-nikmat dari Allah Ta'ala yangs ering kali tidak disadari adanya.

Karena itu, salah satu cara memaknai kehilangan adalah memperbanyak syukur.

Bentuk syukur terbaik ialah memanfaatkan momen kebersamaan bersama orang yang dicintai dan menciptakan kebahagiaan bersamanya.

Orang bijak mengatakan, syukur adalah pengikat nikmat yang diperoleh serta penarik nikmat yang belum didapatkan.

Belajardari kehilangan dengan terus meningkatkan raasa syukur. Sebab, ganjaran bagi mereka yang gemar bersyukur adalah bertambahnya kenikmatan dari Allah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Belajar dari Kehilangan"

Posting Komentar

Aduan Kepada Tuhan

Dari mana datangnya mimpi Dari ingin yang dipupuk dengan asa Dari mana adanya juang Dari mimpi yang perlu direalisasikan Lintingan promblema...