Perlahan


Pada akhirnya, lara ku perlahan meredup

Lembar demi lembar kian memudar

Tak sepedih dahulu

Tak semengerikan tiga tahun lalu

    Kenangan yang dahulu berserakan, kini tak lagi menyeramkan

    Mungkin perihku sudah menyurut

    Pedihku sudah letih berlarut larut 

    Nampaknya asaku ingin secepatnya mendapatkan kebebasan

Rasanya ingin ku mulai cerita baru

Tapi ternyata luka lama membuatku trauma

Buat ku bimbang, antara rasa atau luka

Tak tau harus ku utamakan yang mana

    Apa mungkin rasaku harus rehat lebih lama 

   Sungguh ku takut kan dapat luka yang sama 

    Apa perlu rasa ini kubuat mati suri

    Tampaknya ya, ku butuh rehat lebih lama lagi

    

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Perlahan "

Aduan Kepada Tuhan

Dari mana datangnya mimpi Dari ingin yang dipupuk dengan asa Dari mana adanya juang Dari mimpi yang perlu direalisasikan Lintingan promblema...